Daerah

Berpotensi Rugikan Honorer, Dewan Imbau Ada Pembahasan Soal P3K

HNEWS, MAKASSAR – Sahabat honorer, Penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) segera dibuka. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan, mengimbau penerimaan ini tidak merugikan ribuan tenaga honorer dan tenaga lepas harian (TLH) yang selama ini mengabdi. Pasalnya, ribuan tenaga honorer terancam dirumahkan karena adanya penerimaan ini.

Sebagaimana dikutip dari makassar.sindonews.com, Jumat, (25/1) Ketua Komisi A Bidang Pemerintahan, Imran Tenri Tata mengatakan, dengan adanya aturan baru dalam P3K, ribuan tenaga honorer dan THL di lingkungan pemerintah provinsi terancam akan dirumahkan.

Karena itu, anggota Fraksi partai Golkar ini mengimbau ada temu pemprov dan DPRD untuk menjamin ribuan tenaga honorer ini.

“Sangat disayangkan sebenarnya bila harus merumahkan sekitar 4.000 tenaga honorer yang ada, perlu kordinasi antara eksekutif untuk memperjuangkan bersama-sama,” jelasnya.

Menurut anggota Pansus RPJMD Sulsel ini, bila ribuan tenaga honorer ini dirumahkan, tentu bertentangan dengan RPJMD yang dimiliki pemerintah daerah sekarang. Pasalnya, jelas dalam RPJMD pemerintah menginginkan mengurangi angka pengangguran.

“Apalagi dalam RPJMD yang dimiliki gubernur yang ingin mengurangi angka pengangguran. Tentu bertolak belakang dengan itu,” katanya.

Selain itu, ia menilai skema penggajian P3K yang diatur dalam PP No.49/2018 ini belum jelas sehingga berpotensi membebani keuangan daerah. Pasalnya, P3K, menurutnya, hampir sama dengan sistem kontrak pemerintah daerah (pemda) yang berlaku selama ini.

“Ini perlu diperhatikan oleh pemerintah. Jangan sampai penerimaan P3K ini justeru membebani keuangan daerah. Pegawai yang ada sekarang saja itu sudah hampir 50 persen dari belanja daerah, apalagi kalau mau ditambah,” tambahnya.a

Oleh sebab itu, pihaknya berharap ada kordinasi yang terbangun antara DPRD dan Pemerintah daerah untuk menemukan solusi yang terbaik untuk para tenaga honorer dan THL yang selama ini diketahui merupakan putra-putri asli daerah.

Sumber
makassar.sindonews.com
Close
Close