Daerah

Guru Honorer Uji UU ASN ke MK

HNEWS, JAKARTA – Enam guru honorer Kabupaten Kebumen mengajukan uji materiil Undang-undang Nomor 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Beberapa aturan dalam Pasal 94 ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) UU No. 5/2014 tersebut, menurut para Pemohon dinilai menghambat mereka dalam pengangkatan menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Para Pemohon uji materil tersebut, di antaranya Ahmad Zahri, Sunarto, Samsi Miftahudin, Musbikhin, Jumari Saputro dan Aris Maryono.

Dilansir dari cendananews.com, Rabu (16/1), Andi Muhammad Asrun selaku kuasa hukum Pemohon menyatakan telah dirugikan dengan berlakunya UU ASN yang mempersempit ruang dan peluang tenaga honorer untuk diangkat menjadi CPNS.

Hal ini lantaran persyaratan batasan maksimal usia 35 tahun serta mensyaratkan minimal kualifikasi akademik untuk tenaga fungsional adalah S1.

“Pemohon yang telah mengabdi selama belasan tahun menjadi tenaga guru honorer seakan disisihkan atas kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada tenaga honorer, karena tidak dapat berpartisipasi dalam pembukaan lowongan CPNS pada tahun 2018,” kata Andi Muhammad Asrun di depan Majelis Hakim MK saat sidang uji materil UU ASN di Gedung MK, Jakarta, Selasa (15/1/2019).

Sumber
cendananews.com
Close
Close