Rekrutmen

Kelulusan P3K Honorer K2 Ditentukannya Passing Grade

HNEWS, Jakarta – Harapan honorer K2 (kategori dua) agar bisa diluluskan semua dalam tes calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK atau P3K), susah kesampaian. Pemerintah akan memberlakukan aturan ketat dalam seleksi P3K yang digadang-gadang dimulai awal Februari mendatang.

Mengutip indonesiainside.id, Kepala Badan Kepegawaian Negara BKN) Bima Haria Wibisana mengungkapkan, seleksi P3K harus dibuat ketat karena peruntukannya bagi kalangan profesional. Kalaupun honorer K1 (kategori satu) dan K2 ada, tapi harus tetap melewati seleksi baik SKD (Seleksi Kompentensi Dasar) maupun SKB (Seleksi Kompentensi Bidang).

Dalam PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK atau P3K, jelas tertulis harus ada serangkaian tes. Rekrutmennya juga disesuaikan dengan kebutuhan instansi. Sementara kelulusan ditentukan oleh passing grade. Dengan demikian tidak ada pengangkatan otomatis.

Passing grade ini menurut Bima, ditentukan di awal tes. Meski saat ini pemerintah tengah menggodok aturan mainnya, tapi passing grade untuk honorer K1/K2 akan lebih rendah dibandingkan pelamar umum lainnya.

“Nantinya yang lulus passing grade di SKD bisa mengikuti tahapan tes lanjutan (SKB). Sedangkan yang tidak lulus tes, akan dikembalikan kepada instansi masing-masing,” kata Bima, Senin (14/1).

Sesuai kesepakatan Komisi X DPR RI dan Menteri Pendidikan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy pada 12 Desember 2018, ada 150.669 guru honorer K2 bakal diangkat P3K.

Menurut Ketua Komisi X DPR RI Djoko Udjianto, jumlah tersebut merupakan akumulasi dari 69.533 guru honorer K2 yang memenuhi kualifikasi S1 dan usia di atas 35 tahun. Kemudian ditambah dengan 74.794 guru honorer K2 tua yang tidak memenuhi kualifikasi S1. Juga guru honorer K2 yang tidak lulus CPNS sebanyak 6.541 orang.

“Jumlah ini akan bertambah bila hasil rekrutmen CPNS 2018 dari guru honorer K2 sudah diumumkan. Yang tidak lolos CPNS 2018 bisa mengikuti seleksi P3K,” kata Joko.

Tahap awal yang diangkat duluan adalah guru honorer K2 dengan kualifikasi S1. Juga guru honorer yang tidak lolos dalam tes CPNS 2018.

Sedangkan 74.794 guru yang belum S1 diminta segera menyelesaikan pendidikannya. Sebab, syarat menjadi guru P3K harus berijazah paling rendah S1.

“Tidak boleh menabrak aturan. UU Guru dan Dosen sudah menggariskan minimal pendidikan S1 untuk calon guru,” tegas politikus Partai Demokrat ini.

Kepala Biro Hukum Komunikasi Informasi Publik (HKIP) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Mudzakir menambahkan, honorer K1/K2 yang ikut seleksi tidak otomatis jadi P3K. Semua harus melewati prosedur tes. Selain itu semua berhak ikut tes dan bukan hanya honorer saja.

“Bukan cuma untuk honorer K1/K2 saja. Semuanya bisa ikut tes. Kan ini terbuka untuk umum. Cuma untuk jalur honorer memang disiapkan,” tutupnya.

Sumber
indonesiainside.id
Show More
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker