Daerah

Di Simalungun Pemberhentian Massal Tenaga Honorer, Guru Honorer Aman

HNEWS – Sebanyak tak kurang dari 1.502 guru dengan status tenaga honorer luput dari pemberhentian massal ribuan tenaga honorer di Pemerintah Kabupaten Simalungun per Januari 2019.

Salah seorang anggota DPRD Kabupaten Simalungun Bernhard Damanik mengatakan, pemberhentian tenaga honorer di Kabupaten Simalungun dilakukan karena faktor kemampuan keuangan pemerintah kabupaten (Pemkab) yang terbatas terhitung sejak 1 Januari 2019.

DPRD Simalungun menekankan kepada Pemerintah Kabupaten Simalungun agar tidak memberhentikan para guru honorer mengingat kebutuhan guru yang masih cukup banyak di daerah tersebut.

“Benar sebanyak 1.502 guru honorer tidak diberhentikan demi kelancaran proses belajar mengajar,” katanya, dikutip dari kompas.com Selasa (8/1/2019)

Sementara kepada para tenaga honorer di unit kerja lainnya diberhentikan dengan alasan keterbatasan keuangan, meski pihaknya tetap meminta kebijakan itu dilakukan melalui kajian berdasarkan kebutuhan.

Terlebih dengan sudah terbitnya Peraturan Pemerintah Nomoe 49 tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), yang memberikan ruang bagi tenaga honorer untuk bisa diangkat sebagai aparatur sipil negara.

BACA JUGA:

“Selama ini kita lihat pengadaan pegawai tidak berdasarkan kajian kebutuhan dalam mendukung kinerja pemerintahan,” katanya.

Bernard lalu menyebutkan, pemberhentian para tenaga honorer cukup banyak terjadi di Dinas Kesehatan yakni sebanyak 995 orang, menyusul Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Penataan Ruang sebanyak 560 orang.

” Tenaga honorer petugas kebersihan di seluruh kecamatan juga sangat banyak diberhentikan. Jumlah pastinya saya kurang tahu persis,” ungkap Bernhard.

Dampak Terkait dampak pemberhentian terutama di Dinas Kesehatan, dia menyebut hal itu sebagai bentuk evaluasi terhadap tidak signifikannya pelayanan kesehatan dan tidak meningkatnya pertumbuhan warga yang berobat ke pusat kesehatan masyarakat.

“Dari sisi pelayanan kesehatan memang tidak linier dengan jumlah tenaga kesehatan honorer, maka pemberhentian itu bisa dilakukan,” kata politisi Partai Nasdem tersebut.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Simalungun, Roni Rudyanto Butar-butar menyebut, sebanyak 560 tenaga honorer di unit kerjanya, hanya 150 yang bisa ditampung gajinya di APBD 2019.

“Selebihnya kita berhentikan karena keterbatasan keuangan daerah. Yang kita pertahankan tentu kita seleksi termasuk yang sudah masuk kategori K2,” katanya.

Sumber
kompas.com
Close
Close