Pusat

Inilah Data Tenaga Honorer Yang Tidak Lulus Tes CPNS Tahun 2013 Lalu

Honorer News – Sahabat honorer, Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Setiawan Wangsaatmadja mengungkapkan, tenaga honorer yang tak lulus tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) didominasi tenaga administrasi. Itu tampak pada data Kemenpan RB tahun 2013.

Dilansir nasional.kompas.com (04/06/2018) Pada tahun 2013 dari 438.590 orang tenaga honorer K-2 yang tak lulus tes CPNS, sebanyak 269.000 atau yang terbanyak adalah tenaga administrasi.

“Artinya dominasi tenaga honorer yang tidak lulus kurang lebih (adalah tenaga) administrasi,” ungkap Setiawan dalam rapat gabungan di Gedung DPR MPR, Senin (4/6/2018).

Adapun jumlah guru honorer yang tidak lulus seleksi CPNS mencapai 157.000 orang, dosen 86.000 orang, dan tenaga kesehatan 6.000 orang. Sementara itu, jumlah tenaga penyuluh yang tak lulus seleksi CPNS sekitar 5.000 orang.

Setiawan menjelaskan, pada 2013, sekitar 648.000 orang tenaga honorer mengikuti tes CPNS. Dari jumlah itu, 209.000 dinyatakan lulus. Ia menyatakan, permasalahan tenaga honorer K-2 secara payung hukum sudah selesai dengan adanya peraturan pemerintah.

Dalam Peraturan Pemerintah 56 Tahun 2012, dinyatakan bahwa tenaga honorer yang ada saat itu harus diseleksi satu kali. Menurut Setiawan, rangkaian seleksi sudah selesai.

“Yang saat ini kita berkembang adalah yang tidak lulus saat itu. Secara regulasi pemerintah telah ikuti aturan yang disepakati,” sebut Setiawan.

Dalam rapat gabungan tersebut, anggota Komisi I DPR Syarifudin Hasan menyoroti nasib tenaga honorer yang tidak lolos seleksi CPNS.

Menurut dia, harus ada kebijakan untuk mengakomodasi nasib mereka.

“Harus ada kebijakan politik (untuk) 438.000 tenaga honorer yang belum terakomodir,” ujar politisi Partai Demokrat tersebut.

Sebab, menurut dia, tenaga honorer tersebut sudah memberikan kontribusi kepada negara. Oleh karena itu, nasib mereka pun harus dipertimbangkan.

Setiawan juga menyatakan, pihaknya harus kembali melakukan validasi data. Sebab, data tersebut merupakan lima tahun lalu.

“Karena kita tidak tahu, data kita dari 2013, sekarang ini sudah hampir 5 tahun kemudian. Oleh karena itu, apakah data tersebut masih ada keberadaannya. Kan sudah ada yang beralih profesi, ‘meninggal,’ dan sebagainya,” ungkap Setiawan

Sumber
nasional.kompas.com (04/06/2018)

2 Comments

  1. Benar adanya, masing-masing masing BKD kabupaten dan provinsi maupun HK2 kabupaten dan provinsi memiliki data honorer tsb.kecuali sengaja di mar up kan

  2. Kalau menurut saya data yg valit itu harus melalui data dapodikdas,soalnya bagi guru yg udah lama mengabdi kan udah tertera masa kerjanya klau tidak dikaji lagi kan syang bagi yg udah lama honor sekian tahun….jd intinya data itu harus diverivikasi ulang dari instansi masing 2agar tidak ada gejolak dimasa mendatang,dan masih ada juga honorer yg udah sekian lama mengabdi itu masih ada juga yg blm terdaftar pada k2 yg dulu bahkan udah sertifikasi lagi kan syg…. mgkn kurangnya info dari dinas masing masing.trmksh

Tinggalkan Balasan

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker