PendidikanPrestasi

Hebat Guru Honorer Ini Bisa Mengantarkan Anak Didiknya Mewakili Kabupaten Di Ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional

Honorer News – Sahabat honorer, hebat berprestasi Guru honorer ini bisa mengantarkan anak didiknya mewakili Kabupaten Malang di ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Jawa Timur.

Tak banyak penari yang sekaligus bisa menjadi koreografer. Apalagi untuk anak-anak sekolah dasar. Namun, Rina Wijayanti mampu melakukannya dengan baik. Setidaknya hal itu dibuktikan dan berhasil medidik anak didiknya ini.

Dilansir dari situs radarmalang.id (16/05/2018), Rina Wijayanti tak bisa menyembunyikan rasa lelah saat ditemui di kantor Disdik Kabupaten Malang Senin siang lalu (14/5). Maklum saja, dia baru selesai mengikuti rapat koordinasi persiapan FLS2N tingkat Jawa Timur sejak pagi. Belum lagi pikirannya terpecah karena ada kegiatan wisuda di sekolahnya.

Meski begitu, Rina tetap antusias saat menceritakan pengalamannya menjadi koreografer tari. ”Maaf kalau harus jadi menunggu ya, ini tadi selesai rapat. Masih ada telepon juga untuk urusan wisuda karena saya juga wali kelas,” terangnya.

Rina mengaku, mulai belajar menari sejak umur 5 tahun. Setelah itu, dia banyak aktif sebagai penari hingga masa kuliah. Kebanyakan tari tradisional dia kuasai dengan baik. Keinginannya masuk dunia tari diwujudkan usai lulus kuliah D-3.

”Saya diajak teman untuk masuk Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Di sana betul-betul belajar tentang tari, tapi cuma sampai semester 5 setelah itu tidak lanjut,” kenangnya.

Meski begitu, kemampuannya terus diasah melalui berbagai kegiatan. Bakat itu ternyata kembali berguna saat dia memilih untuk mengabdi menjadi guru honorer. Sudah 10 tahun waktunya dihabiskan untuk mengajar di SDN Ngijo 1, Karangploso. Setiap hari waktunya dihabiskan untuk mengurus ekskul tari.

”Ada ekskul tari yang saya bina di sekolah, sekalian melestarikan budaya. Itu juga untuk anak-anak yang ingin belajar tari,” kata alumnus Pendidikan Guru Universitas Negeri Malang (UM) tersebut.

Kesempatan besar datang saat dirinya ditunjuk menjadi koreografer tim tari Kecamatan Karangploso di ajang FLS2N Kabupaten Malang. Kemampuan itu dia manfaatkan dengan baik untuk meramu kreasi tari. Mulai dari menciptakan gerakan, mencipta lagu, hingga melatih siswa. Hasilnya cukup membanggakan dalam waktu kurang dari dua bulan, siswanya mampu meraih juara I lewat tarian yang diciptakan dengan judul Bwanasih (cinta bumi).

”Waktunya memang mepet (dua bulan), itu lebih banyak dihabiskan untuk membuat gerakan. Hingga satu minggu sebelum lomba, gerakan masih saya ganti,” jelasnya.

Tari yang dia ciptakan memang lebih banyak bercerita tentang ajakan untuk mencintai alam. Hal itu dia ramu sebaik mungkin agar bisa dipahami anak-anak. Sifatnya tarian yang dibawakan bisa mengajak orang lain untuk cinta alam.

”Bukan hanya sekadar tarian, tapi harus ada ajakan lewat gerakan. Itu yang harus disampaikan, jadi anak-anak juga bisa memberikan contoh mencintai alam,” terangnya.

Perempuan kelahiran 2 Februari 1979 tersebut mengaku cukup intens melatih siswanya. Bahkan, dia banyak belajar dari juara FLS2N tingkat nasional. Hal ini dia lakukan untuk memberikan pengalaman berbeda kepada siswanya.

”Kalau hanya untuk level kabupaten kan rugi, jadi acuannya harus yang lebih tinggi. Semoga kami juga bisa maju sampai tingkat nasional,” kata Rina.

Kini dia mengaku tengah bersiap untuk lomba tingkat provinsi. Waktu yang dimiliki memang hanya 1,5 bulan. Jadi lebih banyak digunakan untuk pemantapan. Untuk saat ini memang belum terpikir melakukan revisi gerakan.

”Ya, dilihat dulu kebutuhannya karena masih banyak yang kurang. Levelnya jelas beda, kalau sudah provinsi jadi harus lebih siap lagi,” tandasnya.

Sumber
radarmalang.id (16/05/2018)
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker