Daerah

Seorang Guru Honorer Mengadukan Nasib ke Gubernur

Honorer News – Sahabat honorer, Seorang guru honorer SMAN 26 Garut bernama Tina Surnarti (37) mengadukan nasibnya kepada Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan.

Guru honorer tersebut mengeluh tentang pembayaran honornya yang tidak sesuai dengan jam mengajar yang sudah dilakukannya.

Menurutnya, saat pengelolaan honor SMA telah diurus oleh provinsi tahun lalu, pihak sekolah telah mengajukan jam mengajar selama 24 jam per minggu untuk tahun ajaran 2017/2018.

Namun honor yang diterima tak sesuai, ia hanya menerima honor selama 12 jam mengajar. Bayaran yang diterima sebesar Rp 1.020.000, dari jumlah seharusnya sebesar Rp 2.040.000.

“Tapi saya ngajar sudah 24 jam. Tapi kok dibayarnya 12 jam Pak. Saya sudah mengadu ke kepala sekolah, cuma dia tidak tahu. Katanya disuruh tanya ke provinsi,” ujar Tina saat berbincang dengan Aher, Sabtu (21/4/2018).

Tina menambahkan, selain dirinya ada sembilan guru honorer lainnya yang tak dibayar sesuai jam mengajar, sebanyak enam guru dibayar delapan jam, dua guru selama 16 jam, dan dua guru selama 12 jam.

“Yang delapan jam cuma dapat Rp 680 ribu per bulan, terus yang 16 jam Rp 1.360.000. Padahal semuanya sudah 24 jam mengajar. Harusnya per jam dibayar Rp 85 ribu. Jadi total per bulan itu Rp 2.040.000,”

Realisasi pembayaran kepada 10 guru honorer itu per bulan hanya sebesar Rp 8.840.000, padahal total pembayaran untuk setiap guru itu seharusnya Rp 2.040.000. Artinya ada penyelewengan sebesar Rp 11.560.000 setiap bulan.

“Ini sudah berlangsung satu tahun. Kalau ditotalkan, kerugian kami itu sudah sampai Rp 138.720.000. Kami ingin tahu kenapa ada pemotongan. Padahal guru lain dapat honor yang sesuai jam mengajarnya,” ucapnya.

Ia berharap Gubenur Jabar bisa membantu keluhan para guru honorer. Ia yang sudah mengajar lebih dari 10 tahun hanya ingin ada keadilan dalam pembayaran honornya.

Menanggapi keluhan guru SMAN 26 Garut itu, Aher mengaku akan menelusurinya, jika kepala sekolah yang berbuat curang, maka akan ada sanksi tegas yang akan diberikan.

“Ini kan sudah diambil alih provinisi. Nanti akan ditelusuri, Apalagi mereka sudah 24 jam mengajarnya,” kata Aher. (*)

resource* tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Close
Close